BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang
Dari dahulu sampai sekarang permasalahan yang
sangat kompleks yaitu mengenai karir
seseorang ini selalu menjadi topik pembicaraan yang sangat ramai di
perbincangkan, karena tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tidak merencanakan
karir nya dan ujung-ujungnya menjadi seorang pengangguran dan tidak bekerja
sampai bertahun-tahun.
Hal ini di dasarkan pada fakta dan data-data yang ada, yaitu banyak dari
pelajar lulusan SMK dan SMA yang tidak merencanakan karir nya dan akhir nya
menjadi lulusan yang pengangguran dan bahkan banyak pula sarjana yang tidak
bekerja sampai saat ini.
Nah maka daripada itu bimbingan karir ini sangatlah perlu di lakukan
pada calon-calon lulusan pendidikan supaya mereka bisa merencanakan karir nya
dengan matang dan sesuai dengan minat dan bakat individu, hingga kelak mereka
tidak kebingungan dalam menentukan langkah mereka ingin kemana, karena mereka
sudah mengerti mereka harus melangkah kemana. Maka disinilah perlunya bimbingan
karir di laksanakan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
Pengertian Bimbingan ?
2.
Bagaimana Tujuan Bimbingan karir ?
3.
Apa Fungsi Bimbingan karir ?
4.
Apa Asas – asas bimbingan karir ?
5.
Bagaimana Subyek irsyad/Bimbingan karir ?
6.
Apa
Objek Irsyad/bimbingan karir ?
7.
Seperti apaMetode Bimbingan karir ?
C. Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui Pengertian Bimbingan
2.
Mengetahui Tujuan Bimbingan karir
3.
Mengetahui Fungsi Bimbingan karir
4.
Tahu Asas
– asas bimbingan karir
5.
Mengetahui Subyek irsyad/Bimbingan karir
6.
Faham Objek Irsyad/bimbingan karir
7.
Mengetahui Metode Bimbingan karir
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bimbingan
Bimbingan merupakan terjemahan dari “Guidance”
yang berasal dari bahasa inggris. Secara harfiah istilah “ guidance” dan
akar kata “ Guide “ yang berarti: (1)mengarahkan (to direct),
memandu (to pilot), mengelola (to manage) dan menyetir (to
steer). Menurut Smith bimbingan sebagai proses layanan ulang diberikan
kepada individu – individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan
keterampilan – keterampilan yang di perlukan dalam membuat pilihan – pilihan,
dan interpretasi – interpretasi yang
diperlukan untuk menyesuaiakan diri yang baik (Prayitno & Amti, 2009:94)
Bimbingan merupakan proses bantuan terhadap
individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi
penyesuaian diri secara baik dan maksimum di sekolah, keluarga dan
masyarakat.(Satriah, 2016:37).
1. Pengertian Bimbingan Karir
Bimbingan karir merupakan suatu program yang
disusun untuk membantu perkembangan siswa agar ia memahami dirinya, mempelajari
dunia kerja untuk mendapatkan pengalaman yang akan membantunya dalam membuat
keputusan dan mendapatkan pekerjaan ( Anas,2010 : 115 )
Bimbingan
karir merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu agar dapat
mengenal dan memahami dirinya, mengenal dan memahami dunia kerja, maupun
merencanakan masa depan sesuai dengan harapannya, mampu menentukan dan membuat
keputusan secara tepat dan bertanggung
jawab atas keputusan yang telah diambil sehingga mampu mewujudkan diri
secara bermakna ( Supriatna, 2010 :11 )
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk
membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah –
masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas – tugas kerja,
pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan
dan pengembangan karir, penyesuaian
pekerjaan, dan pemecahan masalah – masalah karir yang dihadapi ( yusuf,2010 :
1)
Bimbingan
Karir yaitu bimbingan untuk membantu siswa dalam perencanaan, pengembangan dan
penyelesaian masalah – masalah karir, seperti pemahaman terhadap jabatan dan
tugas – tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi
lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan
penyesuaian masalah – masalah karir yang dihadapi Nurihsan( 2009:16).
Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat
di ambil kesimpulan bahwa bimbingan karir adalah suatu program yang membantu
seseorang untuk dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja, mampu
merencanakan karirnya dengan mantap, sesuai dengan bakat, minat, kemampuan,
pengetahuan dan kepribadian serta factor-faktor yang mendukung kemajuan
dirinya.
B. Tujuan
Bimbingan Karir
Menurut Anas (2010:117-118), secara umum
tujuan bimbingan karir dan konseling sebagai berikut:
a. Memiliki
pemahaman diri ( kemampuan,minat,dan kepribadian ) yang terkait dengan
pekerjaan.
b. Memiliki
pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan
kompetensi kerja.
c. Memiliki
sifat positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam didang apa
pun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya dan sesuai dengan
norma agama.
d. Memiliki
relevansi kompetensi belajar ( kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan
keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita – cita karirnya
masa depan.
Menurut Walgito (2010:202) tujuan bimbingan karir adalah untuk membantu
para siswa agar:
a. Siswa
dapat menyadari dan menilai diri sendiri, terutama yang berkaitan dengan
potensi yang ada dalam diri mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap dan cita –
cita.
b. Menyadari
atau memahami nilai – nilai yang ada dalam diri dan yang ada dalam masyarakat.
c. Mengetahui
berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam diri,
mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang
tertentu, serta memahami hubungan usaha dari yang sekarang dengan masa depan.
d. Menemukan
hambatan-hambatan yang mungkin timbul, yang disebabkan oleh diri sendiri dan
faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan
tersebut.
e. Para
siswa dapat merencanakan masa depan, serta menemukan karir dan kehidupan yang
serasi atau sesuai.
Dari uraian di atas tujuan bimbingan karir
yaitu untuk membantu siswa dalam pemahaman diri dan lingkungan, dalam
pengambilan keputusan, perencanaan dan pengarahan kegiatan – kegiatan yang
menuju kepada karir dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena
sesuai, serasi dan seimbang dengan diri dan lingkungan.
Tujuan irsyad karir/kerja islami
Menurut Aunur ( 2004:129-130 ) tujuan irsyad karir/kerja islami dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1 . Membantu individu mencegah timbulnya
masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan:
a. Membantu
individu memahami dan menghayati hakekat dan konsep kerja menurut islam.
b. Membantu
individu memahami dan menghayati tatanilai dan kerja dalam mencari pekerjaan
menurut islam.
c. Membantu
individu untuk mau dan mampu melakukan upaya mencari pekerjaan sesuai dengan
tatanilai dan kerja islami.
2 . Membantu individu mencegah timbulnya problem-problem
yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja:
a. Membantu
individu memahami dan menghayati hakekat dan konsep kerja menurut islam.
b. Membantu
individu memahami dan menghayati tatanilai dan kerja menurut islam.
c. Membantu
individu untuk mau dan mampu melakukan kegiatan kerja dan menyelenggarakan
hubungan kerja sesuai dengan tatanilai dan kerja islam.
3 . Membantu individu untuk memecahkan
masalah-masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan:
a. Membantu
individu memahami problem yang dihadapinya
b. Membantu
individu memahami kembali dan menghayati kembali hakekat, konsep, tatanilai dan
kerja islami.
c. Membantu
individu memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan
pekerjaan.
d. Membantu
individu menemukan alternative pemecahan masalah pencarian kerja yang islami.
e. Membantu
individu menemukan alternative pekerjaan yang islam.
4 . Membantu individu untuk mampu mengatasi
problem-problem yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja:
a. Membantu
individu memahami problem yang dihadapinya.
b. Membantu
individu memahami kembali dan menghayati kembali hakekat, konsep tatanilai dan
kerja islami.
c. Membantu
individu memahami kondisi dirinya dan kondisi serta situasi lingkungan
sekitarnya yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja islami.
d. Membantu
individu menemukan alternative pemecahan masalah kerja dan hubungan kerja yang
islami.
e. Membantu
individu menemukan alternative pemecahan masalah kerja dan hubungan kerja yang
dihadapinya secara islami.
C. Fungsi
bimbingan karir
Bekerja
menurut islam bukan semata – mata untuk kepentingan jasmaniyah dan dunawiyah,
melainkan juga merupakan sarana pemenuhan kebutuhan mental spiritual dan
keperluan ukhrowi, sehingga mengandung nilai ibadah. Karena mempunyai nilai
ibadah tersebut, maka bekerja menurut konsep islami tidak boleh sekedar bekerja
untuk bekerja, atau bekerja untuk makan, melainkan harus berlandaskan
nilai-nilai tertentu yang dapat disebut sebagai tata nilai dan etos kerja ini
akan dibicarakan tersendiri.
Fungsi
kerja menurut islam dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.
Fungsi
memenuhi kewajiban hakiki kemanusiaan seperti yang diperintahkan oleh Allah.
Dengan kata lain bekerja sebagai seorang muslim merupakan suatu upaya untuk
memenuhi perintah Allah.
b.
Fungsi memenuhi kebutuhan jasmani ( sandang,
pangan, papan, kesehatan ) Dengan bekerja orang akan bisa memenuhi kebutuhannya
untuk memperoleh pakaian, makanan dan minuman serta tempat tinggal, yang
demikian berarti mempermudahnya untuk memelihara kesehatan tubuhnya.
c.
Fungsi memenuhi kebutuhan mental-rohani.
Artinya dengan bekerja orang akan bisa menyalurkan bakat, minat dan kesenangan,
sekaligus pula mengembangkan karirnya.
D. Asas-asas
bimbingan karir
Pada
dasarnya asas bimbingan karir merupakan asas bimbingan konseling karena
bimbingan karir merupakan bagaian dari bimbingan konseling. Ada beberapa asas
bimbingan karir menurut Rahman ( 2003:26) dan dewi (2011:10) di antaranya
adalah:
a. Asas
Kerahasiaan
Asas kerahasiaan ini merupakan kunci
dalam usaha bimbingan apabila asas ini dilaksanakan dengan baik, maka
penyelenggaraan atau bimbingan akan mendapat kepercayaan dari semua pihak.
Terutama penerimaan bimbingan klien sehingga mereka mau memanfaatkan jasa
bimbingan dengan sebaik- baiknya.
b. Asas
Kesukarelaan
Proses bimbingan harus berlangsung atas dasar kesukarelaan, baik
keterbukaan dari konselor maupun klien diharapkan sukarela tanpa ragu-ragu
menyampaikan masalah yang dihadapinya. Serta mengungkapkan fakta, data, dan
seluk beluk berkenaan dengan masalahnya itu kepada konselor, dan konselor juga
hendaknya dapat memberikan bantuan dengan tidak terpaksa, atau dengan kata lain
konselor memberikan bantuan dengan ikhlas.
c. Asas
Keterbukaan
Keterbukaan ini bukan hanya sekedar
bersedia menerima saran-saran dari luar, dan diharapakan masing-masing yang
bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah.
d. Asas
Kegiatan
Konselor hendaknya membangkitkan semangat klien sehingga mampu dan mau
melaksanakan yang diperlukan dalam penyelenggaraan masalah yang menjadi pokok
pembicaraan dalam konseling kita tidak memberikan hasil yang berarti bila klien
tidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapai tujuan.
e. Asas Keahlian
Konselor perlu mendapat latihan secukupnya, sehingga dengan itu akan
dapat dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan. Usaha bimbingan dan
konseling tidak perlu dilakukan secara teratur dan sistematik dengan
menggunakan prosedur, teknik dan alat yang memadai. Untuk itu konselor perlu
mendapatkan bekal secukupnya untuk hasil yang memuaskan.
f.
Asas Alih Tangan
Asas alih tangan ini dilakukan apabila konselor telah mengerahkan
segenap kemampuannya untuk membantu klien, namun klien yang bersangkutan belum
dapat terbantu, maka konselor dapat mengirim klien kepada petugas atau badan
yang lebih ahli.
Asas bimbingan dan konseling kerja/karir islami
Menurut Aunur (2004:130-132) Asas-asas
bimbingan konseling kerja/karir islami merujuk asas bimbingan dan konseling
islami yang umum serta tatanilai dan etos kerja islami. Beberapa tatanilai/etos
kerja islami ada yang berkaitan dengan hubungan kerja, jadi termasuk hubungan
antara pembimbing dengan yang dibimbing. Dengan demikian, jika agak dirinci,
asas-asas bimbingan dan konseling kerja islami itu dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Asas
kebahagiaan dunia akhirat
Bimbingan dan konseling kerja islami,
seperti bimbingan dan konseling islami lainnya, tujuan akhirnya adalah mencapai
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ini sesuai dengan etos kerja islami
yang menyeimbangkan kerja duniawiyah dengan kerja ukhrowi, antara kerja untuk
keperluan jasmaniyah dan untuk keperluan mental rohaniyah.
2. Asas
bekerja sebagai kewajiban yang mulia
Menurut islam, semua orang wajib
bekerja, dan orang yang mendapatkan nafkahnya dari bekerja, bukan dari pemberian
Cuma-Cuma atau minta-minta, tergolong orang yang mulia. Bimbingan dan konseling
islam bertugas membantu individu memahami asas ini.
3. Asas
melakukan pekerjaan yang halal dan baik
Islam tidak mengajarkan asas
“menghalalkan cara untuk mencapai tujuan.” Pekerjaan hendaklah yang halal dan
baik dan diperboleh dengan cara yang halal dan baik pula. Asas ini menjadi
landasan bekerja para pembimbing sekaligus materi bimbingan yang diberikan pada
klien atau yang dibimbing.
4. Asas
kemampuan dan keahlian
Islam mengajarkan agar seseorang bekerja
sesuai dengan kemampuan dan keahlian.
5. Asas
hubungan kerja yang manusiawi
Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan
hubungan kerja hendaknya saling memperlakukan sesamanya sesuai dengan kodrat,
hakekat, dan martabatnya sebagai manusia, termasuk memperhatikan apa yang
menjadi kebutuhan masing-masing.
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa asas bimbingan karir
merupakan sebuah dasar yang dijadikan
pelaksanaan pelayanan atau kegiatan bimbingan karir. Asas-asas tersebut pada
dasarnya menegaskan bahwa para konselor merupakan para ahli yang memiliki kemampuan
untuk membimbing konselinya sehingga mereka mampu merencanakan dan membuat
keputusan karir mereka.
E. Subjek
Irsyad karir/kerja
Menurut Aunur (2004:133) yang menjadi subjek ialah pihak yang dibimbing,
dalam bimbingan dan konseling kerja islami ialah:
1 . Para pencarai kerja, baik dalam rangka
preventif maupun kuratif, berupa dantuan berkenaan dengan :
a. Kemudahan
dan kesulitan dalam mencari kerja.
b. Pengenalan
dan pengembangan kemampuan (potensi) untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok.
c. Pengenalan
dan pemahaman dunia (lapangan) kerja.
2 . Orang yang sudah bekerja juga baik dalam
rangka preventif maupun kuratif, berupa bantuan berkenaan dengan:
a. Pengenalan
dan pengembangan kemampuan (potensi) untuk pengembangan karier.
b. Pengenalan
dan pemahaman problem-problem yang berkaitan dengan pekerjaan dan upaya
mengatasinya.
F. Objek
Irsyad karir/kerja
Menurut Aunur (2004:133) yang menjadi garapan
bimbingan dan konseling kerja islami adalah:
1. Upaya-upaya
mencegah dan atau mengatasi masalah yang berkaitan dengan usaha mencari
pekerjaan.
2. Upaya-upaya
mencegah dan atau mengatasi masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan.
3. Upaya-upaya
pengembangan karier.
G. Metode
bimbingan karir
Metode penyampaian dalam bimbingan
karier/jabatan harus mengacu pada teknik-teknik bimbingan dan konseling. (
Anas,2012:118). Lebih lanjut H.M Umar dan Satorno dalam bukunya:Bimbingan dan
konseling penyuluhan ( 2009:151) menyatakan bahwa pada garis besarnya,
cara-cara yang dipergunakan dalam bimbingan dan konseling ada 2 macam, yaitu
pendekatan secara kelompok (group guidance) dan pendekatan secara individual
(individual konseling) (Anas,2012:96).
A .Bimbingan kelompok (Group Guidance)
Teknik
ini dipergunakan dalam membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah melalui
kegiatan kelompok. Artinya masalah itu dirasakan oleh kelompok atau individu
sebagai anggota kelompok. Beberapa bentuk khusus cara bimbingan kelompok ini
ialah sebagai berikut:
1) Home Room
Program
Home room program, yaitu suatu program kegiatan yang di lakukan
dengan tujuan agar guru mengenal murid-muridnya lebih baik sehingga dapat
membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan di dalam kelas dalam bentuk
pertemuan antara guru dan murid di luar jam-jam pelajaran untuk membicarakan
beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam program home room ini, hendaknya
diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan sehingga siswa dapat
menguatkan perasaannya seperti di rumah. Dengan kata lain, home room ialah
membuat suasana kelas seperti di rumah. Dalam kesempatan ini diadakan Tanya
jawab, menampung pendapat, merencanakan suatu kegiatan, dan sebagainya. Program
home room dapat diadakan secara periodic (berencana) atau dapat pula
dilakukan sewaktu-waktu (Anas,2012:96-97).
2) Karya
Wisata
Di samping berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau sebagai metode
mengajar, karyawisata dapat berfungsi sebagai salah satu cara dalam bimbingan
kelompok. Dengan karyawisata, siswa meninjau objek-objek menarik dan mereka
mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Siswa-siswa juga mendapat
kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya,
pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada
(Anas,2012:97).
3) Diskusi
Kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu cara yang memberi kesempatan kepada
siswa untuk memecahkan masakah bersama-sama. Setiap siswa mendapat kesempatan
untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah. Dalam
diskusi tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri. Masalah-masalah yang
dapat didiskusikan, misalnya perencanaan suatu kegiatan, pekerjaan, masalah
belajar, masalah penggunaaan waktu senggang dan sebaginya (Anas,2012:97).
4) Kegiatan
Kelompok
Kegiatan kelompok merupakan cara yang baik dalam bimbingan karena
individu mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dengan sebaik-baiknya. Banyak
kegiatan tertentu yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Dengan
kegiatan ini, anak dapat menyumbangkan pikirannya dan dapat pula mengembangkan
rasa tanggung jawab (Anas,2012:97).
5) Organisasi
Siswa
Organisasi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
merupakan salah satu cara dalam bimbingan kelompok. Melalui organisasi, banyak
masalah yang sifatnya individual maupun kelompok dapat diselesaikan. Dalam
organisasi, siswa mendapat kesempatan untuk belajar mengenai berbagai aspek
kehidupan social. Ia dapat mengembangkan
bakat kepemimpinannya, di samping memupuk rasa tanggung jawab dan harga diri
(Anas,2012:97-98).
b. Konseling Individual (Individual
Counseling)
Konseling merupakan salah satu cara pemberian bantuan secara
perseorangan dan secara langsung. Pemberian bantuan dilaksanakan secara face
to face relationship (hubungan langsung muka ke muka, atau hubungan empat
mata), antara konselor dan anak (kasus). Biasanya, masalah-masalah yang di
pecahkan melalui teknik atau cara ini ialah masalah-masalah yang dipecahkan
melalui teknik atau cara ini ialah masalah-masalah yang sifatnya pribadi
(Anas,2012:98).
Dalam melakukan konseling, konselor bersikap penuh simpati dan empati.
Simpati artinya menunjukan sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh
klien. Adapun empati artinya berusaha menempatkan diri dalam situasi diri klien
dengan segala masalah artinya yang dihadapinya.Dengan cara ini, segala masalah
yang dihadapinya klien dapat berkurang. Karena dengan sikap ini, ia akan
memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor, ini sangat membantu
keberhasilan dalam konseling (Anas,2012:98).
Menurut Suyanto (2010:23) cara pelaksanaan bimbingan karir di sekolah
dapat di tempuh melalui dua pendekatan yakni:
A .Pendekatan Individual yaitu: Melalui
penyuluhan karir, Bantuan dengan penyuluhan
karier melalui dua cara yakni :
1) Konseling
tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi
siswa.
2) Bantuan
perorangan agar masiang-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia
kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.
B .Pendekatan Kelompok
1) Paket
Belajar, maksudnya pelaksanaan bimbingan karir, menggunakan lima pendekatan
belajar yaitu pemahaman diri, nilai-nilai, pemahaman lingkungan, hambatan dan
cara mengatasinya, serta merencanakan masa depan.
2) Pengajaran
Unit, setiap bidang studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan
suatu pekerjaan selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang
berkaitan dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan materi yang di sampaikan.
3) Papan
Buletin, maksudnya melalui papan bulletin petugas BK memasang informasi.
Informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari gunting.
Tentang suatu pekerjaan , dan sebagainya.
4) Hari
Karier, maksudnya kegiatan untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan
ceramah dari sumber tentang suatu pekerjaan.
5) Karya
wisata, maksudnya para siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk
melihat dari dekat tentang suatu pekerjaan .
Dari beberapa penjelasan mengenai metode
bimbingan karir terbagi menjadi dua metode yakni pertama, metode
bimbingan kelompok/ pendekatan kelompok yang di dalamnya terdiri dari room home
program, karya wisata, diskusi kelompok, kegiatan kelompok, organisasi siswa,
pendekatan belajar, pengajaran unit, papan buletin, dan hari karir. Kedua,
menggunakan metode konseling individual/ pendekatan individual yang di dalam
terdiri dari face to face relationship, dan penyuluhan karier.
Metode irsyad karir/kerja
Menurut
Aunur (2004:133) Metode dan teknik bimbingan dan konseling kerja islami pada
bdasarnya tidak ada perbedaan prinsip dengan metode dan teknik bimbingan dan
konseling islami umum seperti yang telah diuraikan dalam bab.1 dengan demikian
tidak memerlukan uraian tersendiri secara panjang lebar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dari Negara lain karena
sumber daya manusia nya yang kebanyakan tidak bekerja/pengangguran, hal ini di
dasarkan pada fenomena dan fakta yang ada di lapangan yaitu banyak lulusan yang
tidak bekerja.
Hal ini karena tidak adanya bimbingan
karir terlebih dahulu sehingga mereka tidak tau harus melangkah kemana dan
melanjutkan ke ranah seperti apa, disinilah peran bimbingan karir yaitu sebagai
suatu arahan untuk individu mengenali dirinya, lingkungannya serta mampu
merencanakan karir nya secara matang kelak tanpa adanya keraguan dalam
mengambil keputusan.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwa bimbingan karir
untuk perencanaan karir seseorang sangatlah perlu di lakukan karena hal
tersebut bertujuan untuk memantapkan seseorang dalam mengambil sebuah keputusan
karirnya sehingga taraf karir seseorang akan jauh lebih baik apabila di
rencanakan dari sejak awal.
Bimbingan
karir adalah kegiatan bimbingan yang diberikan pada siswa untuk memilih,
menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karir yang sesuai
dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Sehingga mereka dapat mengembangkan
dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karir yang efektif dan memberi
kepuasan dan kelayakan.
Setelah
melakukan bimbingan karir siswa
diharapkan dapat mengenali dirinya, lingkungannya dalam pengambilan
keputusan, perencanaan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada
karir dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi,
dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
B. Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah ini
dapat menyadarkan khususnya pembuat dan umumnya orang yang membaca, supaya
kelak dapat menemukan jati diri masing – masing. Dan tak lupa penulis meminta
kritik dan saran yang membangun kelak makalah ini dapat di perbaharui kembali.
DAFTAR
PUSTAKA
Yusuf,.S
dan Juntika,N.2010.Landasan dan Bimbingan Konseling.Remaja Rosdakarya,Bandung.
Supriatna,M.2010.Layanan
Bimbingan Karier di Sekolah.Bandung:Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.
Salahudin,Anas.2010.Bimbingan dan Konseling.Pustaka
Setia,Bandung.
Juntika,Achmad
Nurihsan.2009.Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang
Kehidupan.Refika Aditama,Bandung.
Prayitno.Amti,Erman.2009.
Dasar – dasar Bimbingan dan Konseling.Rineka Cipta,Jakarta.
Satriah,
Lilis.2016. Panduan Bimbingan dan konseling Pendidikian. Mimbar
Pustaka,Bandung.
Walgito,Bimo.2010.Bimbingan
dan Konseling (Studi & Karier).Andi Offset,Yogyakarta.
Hibana
S.Rahman.2003.Bimbingan dan Konseling Pola 17.UCY Perss,Yogyakarta.
Undang,Gunawan.1999.Pelayanan
Bimbingan dan konseling di sekolah Dasar.CV.Karang Sewu,Bandung.
Fakih,Aunur
Rahim.2004.Bimbingan dan Konseling dalam Islam.UII Press,Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar