Langsung ke konten utama

irsyad karir / kerja

      
BAB I
PENDAHULUAN

A . Latar Belakang
       
         Dari dahulu sampai sekarang permasalahan yang sangat kompleks yaitu  mengenai karir seseorang ini selalu menjadi topik pembicaraan yang sangat ramai di perbincangkan, karena tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tidak merencanakan karir nya dan ujung-ujungnya menjadi seorang pengangguran dan tidak bekerja sampai bertahun-tahun.
         Hal ini di dasarkan pada fakta dan data-data yang ada, yaitu banyak dari pelajar lulusan SMK dan SMA yang tidak merencanakan karir nya dan akhir nya menjadi lulusan yang pengangguran dan bahkan banyak pula sarjana yang tidak bekerja sampai saat ini.
       Nah maka daripada itu bimbingan karir ini sangatlah perlu di lakukan pada calon-calon lulusan pendidikan supaya mereka bisa merencanakan karir nya dengan matang dan sesuai dengan minat dan bakat individu, hingga kelak mereka tidak kebingungan dalam menentukan langkah mereka ingin kemana, karena mereka sudah mengerti mereka harus melangkah kemana. Maka disinilah perlunya bimbingan karir di laksanakan.

B. Rumusan Masalah

1.       Apa Pengertian Bimbingan ?
2.      Bagaimana Tujuan Bimbingan karir ?
3.      Apa Fungsi Bimbingan karir ?
4.      Apa Asas – asas bimbingan karir ?
5.      Bagaimana Subyek irsyad/Bimbingan karir ?
6.       Apa Objek Irsyad/bimbingan karir ?
7.      Seperti apaMetode Bimbingan karir ?

C. Tujuan Penulisan

1.       Mengetahui Pengertian Bimbingan
2.       Mengetahui Tujuan Bimbingan karir
3.      Mengetahui Fungsi Bimbingan karir
4.       Tahu Asas – asas bimbingan karir
5.      Mengetahui Subyek irsyad/Bimbingan karir
6.      Faham Objek Irsyad/bimbingan karir
7.      Mengetahui Metode Bimbingan karir






















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bimbingan
            Bimbingan merupakan terjemahan dari “Guidance” yang berasal dari bahasa inggris. Secara harfiah istilah “ guidance” dan akar kata “ Guide “ yang berarti: (1)mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage) dan menyetir (to steer). Menurut Smith bimbingan sebagai proses layanan ulang diberikan kepada individu – individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan – keterampilan yang di perlukan dalam membuat pilihan – pilihan, dan  interpretasi – interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaiakan diri yang baik (Prayitno & Amti, 2009:94)
         Bimbingan merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi penyesuaian diri secara baik dan maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.(Satriah, 2016:37). 

1.       Pengertian Bimbingan Karir
             Bimbingan karir merupakan suatu program yang disusun untuk membantu perkembangan siswa agar ia memahami dirinya, mempelajari dunia kerja untuk mendapatkan pengalaman yang akan membantunya dalam membuat keputusan dan mendapatkan pekerjaan ( Anas,2010 : 115 )
           Bimbingan karir merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dan memahami dunia kerja, maupun merencanakan masa depan sesuai dengan harapannya, mampu menentukan dan membuat keputusan secara tepat dan bertanggung  jawab atas keputusan yang telah diambil sehingga mampu mewujudkan diri secara bermakna ( Supriatna, 2010 :11 )
         Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah – masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas – tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan  pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah – masalah karir yang dihadapi ( yusuf,2010 : 1)
        Bimbingan Karir yaitu bimbingan untuk membantu siswa dalam perencanaan, pengembangan dan penyelesaian masalah – masalah karir, seperti pemahaman terhadap jabatan dan tugas – tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan penyesuaian masalah – masalah karir yang dihadapi Nurihsan( 2009:16).

         Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa bimbingan karir adalah suatu program yang membantu seseorang untuk dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja, mampu merencanakan karirnya dengan mantap, sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta factor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya.

B.     Tujuan Bimbingan Karir   
            Menurut Anas (2010:117-118), secara umum tujuan bimbingan karir dan konseling sebagai berikut:
a.       Memiliki pemahaman diri ( kemampuan,minat,dan kepribadian ) yang terkait dengan pekerjaan.
b.      Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi kerja.
c.       Memiliki sifat positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam didang apa pun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya dan sesuai dengan norma agama.
d.      Memiliki relevansi kompetensi belajar ( kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita – cita karirnya masa depan.


          Menurut Walgito (2010:202) tujuan bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar:
a.       Siswa dapat menyadari dan menilai diri sendiri, terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam diri mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap dan cita – cita.
b.      Menyadari atau memahami nilai – nilai yang ada dalam diri dan yang ada dalam masyarakat.
c.       Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam diri, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu, serta memahami hubungan usaha dari yang sekarang dengan masa depan.
d.      Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul, yang disebabkan oleh diri sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
e.       Para siswa dapat merencanakan masa depan, serta menemukan karir dan kehidupan yang serasi atau sesuai.

            Dari uraian di atas tujuan bimbingan karir yaitu untuk membantu siswa dalam pemahaman diri dan lingkungan, dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pengarahan kegiatan – kegiatan yang menuju kepada karir dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi dan seimbang dengan diri dan lingkungan.

Tujuan irsyad karir/kerja islami

          Menurut Aunur ( 2004:129-130 ) tujuan irsyad karir/kerja islami dapat dirumuskan sebagai berikut:
1 . Membantu individu mencegah timbulnya masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan:
a.       Membantu individu memahami dan menghayati hakekat dan konsep kerja menurut islam.
b.      Membantu individu memahami dan menghayati tatanilai dan kerja dalam mencari pekerjaan menurut islam.
c.       Membantu individu untuk mau dan mampu melakukan upaya mencari pekerjaan sesuai dengan tatanilai dan kerja islami.
2 . Membantu  individu mencegah timbulnya problem-problem yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja:
a.       Membantu individu memahami dan menghayati hakekat dan konsep kerja menurut islam.
b.      Membantu individu memahami dan menghayati tatanilai dan kerja  menurut islam.
c.       Membantu individu untuk mau dan mampu melakukan kegiatan kerja dan menyelenggarakan hubungan kerja sesuai dengan tatanilai dan kerja islam.
3 . Membantu individu untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan:
a.       Membantu individu memahami problem yang dihadapinya
b.      Membantu individu memahami kembali dan menghayati kembali hakekat, konsep, tatanilai dan kerja islami.
c.       Membantu individu memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan pekerjaan.
d.      Membantu individu menemukan alternative pemecahan masalah pencarian kerja yang islami.
e.       Membantu individu menemukan alternative pekerjaan yang islam.
4 . Membantu individu untuk mampu mengatasi problem-problem yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja:
a.       Membantu individu memahami problem yang dihadapinya.
b.      Membantu individu memahami kembali dan menghayati kembali hakekat, konsep tatanilai dan kerja islami.
c.       Membantu individu memahami kondisi dirinya dan kondisi serta situasi lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja islami.
d.      Membantu individu menemukan alternative pemecahan masalah kerja dan hubungan kerja yang islami.
e.       Membantu individu menemukan alternative pemecahan masalah kerja dan hubungan kerja yang dihadapinya secara islami.

C.       Fungsi bimbingan karir

Bekerja menurut islam bukan semata – mata untuk kepentingan jasmaniyah dan dunawiyah, melainkan juga merupakan sarana pemenuhan kebutuhan mental spiritual dan keperluan ukhrowi, sehingga mengandung nilai ibadah. Karena mempunyai nilai ibadah tersebut, maka bekerja menurut konsep islami tidak boleh sekedar bekerja untuk bekerja, atau bekerja untuk makan, melainkan harus berlandaskan nilai-nilai tertentu yang dapat disebut sebagai tata nilai dan etos kerja ini akan dibicarakan tersendiri.
Fungsi kerja menurut islam dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.        Fungsi memenuhi kewajiban hakiki kemanusiaan seperti yang diperintahkan oleh Allah. Dengan kata lain bekerja sebagai seorang muslim merupakan suatu upaya untuk memenuhi perintah Allah.
b.      Fungsi memenuhi kebutuhan jasmani ( sandang, pangan, papan, kesehatan ) Dengan bekerja orang akan bisa memenuhi kebutuhannya untuk memperoleh pakaian, makanan dan minuman serta tempat tinggal, yang demikian berarti mempermudahnya untuk memelihara kesehatan tubuhnya.
c.       Fungsi memenuhi kebutuhan mental-rohani. Artinya dengan bekerja orang akan bisa menyalurkan bakat, minat dan kesenangan, sekaligus pula mengembangkan karirnya.
D.    Asas-asas bimbingan karir

           Pada dasarnya asas bimbingan karir merupakan asas bimbingan konseling karena bimbingan karir merupakan bagaian dari bimbingan konseling. Ada beberapa asas bimbingan karir menurut Rahman ( 2003:26) dan dewi (2011:10) di antaranya adalah:
a.       Asas Kerahasiaan
            Asas kerahasiaan ini merupakan kunci dalam usaha bimbingan apabila asas ini dilaksanakan dengan baik, maka penyelenggaraan atau bimbingan akan mendapat kepercayaan dari semua pihak. Terutama penerimaan bimbingan klien sehingga mereka mau memanfaatkan jasa bimbingan dengan sebaik- baiknya.
b.      Asas Kesukarelaan
            Proses bimbingan harus berlangsung atas dasar kesukarelaan, baik keterbukaan dari konselor maupun klien diharapkan sukarela tanpa ragu-ragu menyampaikan masalah yang dihadapinya. Serta mengungkapkan fakta, data, dan seluk beluk berkenaan dengan masalahnya itu kepada konselor, dan konselor juga hendaknya dapat memberikan bantuan dengan tidak terpaksa, atau dengan kata lain konselor memberikan bantuan dengan ikhlas.

c.       Asas Keterbukaan
            Keterbukaan ini bukan hanya sekedar bersedia menerima saran-saran dari luar, dan diharapakan masing-masing yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah.
d.      Asas Kegiatan
            Konselor hendaknya membangkitkan semangat klien sehingga mampu dan mau melaksanakan yang diperlukan dalam penyelenggaraan masalah yang menjadi pokok pembicaraan dalam konseling kita tidak memberikan hasil yang berarti bila klien tidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapai tujuan.
e.       Asas Keahlian
            Konselor perlu mendapat latihan secukupnya, sehingga dengan itu akan dapat dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan. Usaha bimbingan dan konseling tidak perlu dilakukan secara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik dan alat yang memadai. Untuk itu konselor perlu mendapatkan bekal secukupnya untuk hasil yang memuaskan.
f.        Asas Alih Tangan
            Asas alih tangan ini dilakukan apabila konselor telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu klien, namun klien yang bersangkutan belum dapat terbantu, maka konselor dapat mengirim klien kepada petugas atau badan yang lebih ahli.

Asas bimbingan dan konseling kerja/karir islami

           Menurut Aunur (2004:130-132) Asas-asas bimbingan konseling kerja/karir islami merujuk asas bimbingan dan konseling islami yang umum serta tatanilai dan etos kerja islami. Beberapa tatanilai/etos kerja islami ada yang berkaitan dengan hubungan kerja, jadi termasuk hubungan antara pembimbing dengan yang dibimbing. Dengan demikian, jika agak dirinci, asas-asas bimbingan dan konseling kerja islami itu dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.      Asas kebahagiaan dunia akhirat
        Bimbingan dan konseling kerja islami, seperti bimbingan dan konseling islami lainnya, tujuan akhirnya adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ini sesuai dengan etos kerja islami yang menyeimbangkan kerja duniawiyah dengan kerja ukhrowi, antara kerja untuk keperluan jasmaniyah dan untuk keperluan mental rohaniyah.
2.      Asas bekerja sebagai kewajiban yang mulia
        Menurut islam, semua orang wajib bekerja, dan orang yang mendapatkan nafkahnya dari bekerja, bukan dari pemberian Cuma-Cuma atau minta-minta, tergolong orang yang mulia. Bimbingan dan konseling islam bertugas membantu individu memahami asas ini.
3.      Asas melakukan pekerjaan yang halal dan baik
       Islam tidak mengajarkan asas “menghalalkan cara untuk mencapai tujuan.” Pekerjaan hendaklah yang halal dan baik dan diperboleh dengan cara yang halal dan baik pula. Asas ini menjadi landasan bekerja para pembimbing sekaligus materi bimbingan yang diberikan pada klien atau yang dibimbing.
4.      Asas kemampuan dan keahlian
      Islam mengajarkan agar seseorang bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian.
5.      Asas hubungan kerja yang manusiawi
      Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan hubungan kerja hendaknya saling memperlakukan sesamanya sesuai dengan kodrat, hakekat, dan martabatnya sebagai manusia, termasuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masing-masing.

          Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa asas bimbingan karir merupakan sebuah dasar  yang dijadikan pelaksanaan pelayanan atau kegiatan bimbingan karir. Asas-asas tersebut pada dasarnya menegaskan bahwa para konselor merupakan para ahli yang memiliki kemampuan untuk membimbing konselinya sehingga mereka mampu merencanakan dan membuat keputusan karir mereka.

E.     Subjek Irsyad karir/kerja
            Menurut Aunur (2004:133) yang menjadi subjek ialah pihak yang dibimbing, dalam bimbingan dan konseling kerja islami ialah:
1 . Para pencarai kerja, baik dalam rangka preventif maupun kuratif, berupa dantuan berkenaan dengan :
a.       Kemudahan dan kesulitan dalam mencari kerja.
b.      Pengenalan dan pengembangan kemampuan (potensi) untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok.
c.       Pengenalan dan pemahaman dunia (lapangan) kerja.
2 . Orang yang sudah bekerja juga baik dalam rangka preventif maupun kuratif, berupa bantuan berkenaan dengan:
a.       Pengenalan dan pengembangan kemampuan (potensi) untuk pengembangan karier.
b.      Pengenalan dan pemahaman problem-problem yang berkaitan dengan pekerjaan dan upaya mengatasinya.
F.     Objek Irsyad karir/kerja
            Menurut Aunur (2004:133) yang menjadi garapan bimbingan dan konseling kerja islami adalah:
1.      Upaya-upaya mencegah dan atau mengatasi masalah yang berkaitan dengan usaha mencari pekerjaan.
2.      Upaya-upaya mencegah dan atau mengatasi masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
3.      Upaya-upaya pengembangan karier.

G.    Metode bimbingan karir
            Metode penyampaian dalam bimbingan karier/jabatan harus mengacu pada teknik-teknik bimbingan dan konseling. ( Anas,2012:118). Lebih lanjut H.M Umar dan Satorno dalam bukunya:Bimbingan dan konseling penyuluhan ( 2009:151) menyatakan bahwa pada garis besarnya, cara-cara yang dipergunakan dalam bimbingan dan konseling ada 2 macam, yaitu pendekatan secara kelompok (group guidance) dan pendekatan secara individual (individual konseling) (Anas,2012:96).
A .Bimbingan kelompok (Group Guidance)
      Teknik ini dipergunakan dalam membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah melalui kegiatan kelompok. Artinya masalah itu dirasakan oleh kelompok atau individu sebagai anggota kelompok. Beberapa bentuk khusus cara bimbingan kelompok ini ialah sebagai berikut:
1)      Home Room Program
           Home room program, yaitu suatu program kegiatan yang di lakukan dengan tujuan agar guru mengenal murid-muridnya lebih baik sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan di dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dan murid di luar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam program home room ini, hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan sehingga siswa dapat menguatkan perasaannya seperti di rumah. Dengan kata lain, home room ialah membuat suasana kelas seperti di rumah. Dalam kesempatan ini diadakan Tanya jawab, menampung pendapat, merencanakan suatu kegiatan, dan sebagainya. Program home room dapat diadakan secara periodic (berencana) atau dapat pula dilakukan sewaktu-waktu (Anas,2012:96-97).

2)      Karya Wisata
            Di samping berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau sebagai metode mengajar, karyawisata dapat berfungsi sebagai salah satu cara dalam bimbingan kelompok. Dengan karyawisata, siswa meninjau objek-objek menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Siswa-siswa juga mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya, pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada (Anas,2012:97).

3)      Diskusi Kelompok
            Diskusi kelompok merupakan suatu cara yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masakah bersama-sama. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah. Dalam diskusi tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri. Masalah-masalah yang dapat didiskusikan, misalnya perencanaan suatu kegiatan, pekerjaan, masalah belajar, masalah penggunaaan waktu senggang dan sebaginya (Anas,2012:97).

4)      Kegiatan Kelompok
            Kegiatan kelompok merupakan cara yang baik dalam bimbingan karena individu mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dengan sebaik-baiknya. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Dengan kegiatan ini, anak dapat menyumbangkan pikirannya dan dapat pula mengembangkan rasa tanggung jawab (Anas,2012:97).



5)      Organisasi Siswa
            Organisasi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah merupakan salah satu cara dalam bimbingan kelompok. Melalui organisasi, banyak masalah yang sifatnya individual maupun kelompok dapat diselesaikan. Dalam organisasi, siswa mendapat kesempatan untuk belajar mengenai berbagai aspek kehidupan social. Ia dapat  mengembangkan bakat kepemimpinannya, di samping memupuk rasa tanggung jawab dan harga diri (Anas,2012:97-98).

b. Konseling Individual (Individual Counseling)  
            Konseling merupakan salah satu cara pemberian bantuan secara perseorangan dan secara langsung. Pemberian bantuan dilaksanakan secara face to face relationship (hubungan langsung muka ke muka, atau hubungan empat mata), antara konselor dan anak (kasus). Biasanya, masalah-masalah yang di pecahkan melalui teknik atau cara ini ialah masalah-masalah yang dipecahkan melalui teknik atau cara ini ialah masalah-masalah yang sifatnya pribadi (Anas,2012:98).

           Dalam melakukan konseling, konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya menunjukan sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Adapun empati artinya berusaha menempatkan diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah artinya yang dihadapinya.Dengan cara ini, segala masalah yang dihadapinya klien dapat berkurang. Karena dengan sikap ini, ia akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor, ini sangat membantu keberhasilan dalam konseling (Anas,2012:98).

          Menurut Suyanto (2010:23) cara pelaksanaan bimbingan karir di sekolah dapat di tempuh melalui dua pendekatan yakni:
A .Pendekatan Individual yaitu: Melalui penyuluhan karir, Bantuan dengan penyuluhan  karier melalui dua cara yakni :
1)      Konseling tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
2)      Bantuan perorangan agar masiang-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.

B .Pendekatan Kelompok
1)      Paket Belajar, maksudnya pelaksanaan bimbingan karir, menggunakan lima pendekatan belajar yaitu pemahaman diri, nilai-nilai, pemahaman lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya, serta merencanakan masa depan.
2)      Pengajaran Unit, setiap bidang studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan materi yang di sampaikan.
3)      Papan Buletin, maksudnya melalui papan bulletin petugas BK memasang informasi. Informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari gunting. Tentang suatu pekerjaan , dan sebagainya.
4)      Hari Karier, maksudnya kegiatan untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan ceramah dari sumber tentang suatu pekerjaan.
5)      Karya wisata, maksudnya para siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk melihat dari dekat tentang suatu pekerjaan .

           Dari beberapa penjelasan mengenai metode bimbingan karir terbagi menjadi dua metode yakni pertama, metode bimbingan kelompok/ pendekatan kelompok yang di dalamnya terdiri dari room home program, karya wisata, diskusi kelompok, kegiatan kelompok, organisasi siswa, pendekatan belajar, pengajaran unit, papan buletin, dan hari karir. Kedua, menggunakan metode konseling individual/ pendekatan individual yang di dalam terdiri dari face to face relationship, dan penyuluhan karier.



Metode irsyad karir/kerja
        Menurut Aunur (2004:133) Metode dan teknik bimbingan dan konseling kerja islami pada bdasarnya tidak ada perbedaan prinsip dengan metode dan teknik bimbingan dan konseling islami umum seperti yang telah diuraikan dalam bab.1 dengan demikian tidak memerlukan uraian tersendiri secara panjang lebar.


























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dari Negara lain karena sumber daya manusia nya yang kebanyakan tidak bekerja/pengangguran, hal ini di dasarkan pada fenomena dan fakta yang ada di lapangan yaitu banyak lulusan yang tidak bekerja.
          Hal ini karena tidak adanya bimbingan karir terlebih dahulu sehingga mereka tidak tau harus melangkah kemana dan melanjutkan ke ranah seperti apa, disinilah peran bimbingan karir yaitu sebagai suatu arahan untuk individu mengenali dirinya, lingkungannya serta mampu merencanakan karir nya secara matang kelak tanpa adanya keraguan dalam mengambil keputusan.
          Berdasarkan pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwa bimbingan karir untuk perencanaan karir seseorang sangatlah perlu di lakukan karena hal tersebut bertujuan untuk memantapkan seseorang dalam mengambil sebuah keputusan karirnya sehingga taraf karir seseorang akan jauh lebih baik apabila di rencanakan dari sejak awal.
        Bimbingan karir adalah kegiatan bimbingan yang diberikan pada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karir yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Sehingga mereka dapat mengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karir yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan.
       Setelah melakukan bimbingan karir siswa  diharapkan dapat mengenali dirinya, lingkungannya dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karir dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.



B.     Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah ini dapat menyadarkan khususnya pembuat dan umumnya orang yang membaca, supaya kelak dapat menemukan jati diri masing – masing. Dan tak lupa penulis meminta kritik dan saran yang membangun kelak makalah ini dapat di perbaharui kembali.

























       
DAFTAR PUSTAKA


       Yusuf,.S dan Juntika,N.2010.Landasan dan Bimbingan Konseling.Remaja Rosdakarya,Bandung.

       Supriatna,M.2010.Layanan Bimbingan Karier di Sekolah.Bandung:Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

Salahudin,Anas.2010.Bimbingan dan Konseling.Pustaka Setia,Bandung.

      Juntika,Achmad Nurihsan.2009.Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan.Refika Aditama,Bandung.

     Prayitno.Amti,Erman.2009. Dasar – dasar Bimbingan dan Konseling.Rineka Cipta,Jakarta.

     Satriah, Lilis.2016. Panduan Bimbingan dan konseling Pendidikian. Mimbar Pustaka,Bandung.

      Walgito,Bimo.2010.Bimbingan dan Konseling (Studi & Karier).Andi Offset,Yogyakarta.

     Hibana S.Rahman.2003.Bimbingan dan Konseling Pola 17.UCY Perss,Yogyakarta.

     Undang,Gunawan.1999.Pelayanan Bimbingan dan konseling di sekolah Dasar.CV.Karang Sewu,Bandung.

     Fakih,Aunur Rahim.2004.Bimbingan dan Konseling dalam Islam.UII Press,Yogyakarta.


Komentar